Ketua Umum DPP PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat membuka sekolah partai calon kepala daerah di DPP PDIP, Jakarta, Minggu (28/6/2015).
JAKARTA, Mantan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri, menilai, masyarakat saat ini enggan memelihara budaya bergotong royong, dan lebih memilih untuk menjatuhkan satu sama lain.
Ia pun mencontohkan pengalamannya. Menurut Mega, ia kerap di-bully media.
"Kenapa bangsa kita jadi tidak mau bergotong royong, tetapi menjatuhkan orang. Saya bilang ke wartawan, kamu itu sering mem-bully saya lo. Coba kamu di-bully, baru kamu tahu rasanya seperti apa," ujar Megawati saat memberikan pidato pada Simposium Kebangsaan di Gedung Nusantara IV DPR, Jakarta, Senin (7/12/2015).
Oleh karena itu, kata Mega, masyarakat memerlukan revolusi mental seperti yang digagas Presiden Joko Widodo agar bangsa Indonesia tidak mengembangkan semangat untuk saling menjatuhkan.
Mega mengaku pernah bertanya kepada Presiden Joko Widodo mengenai gagasan revolusi mental. Namun, ia ragu bahwa gagasan tersebut bisa diimplementasikan karena kecenderungan masyarakat yang saling menjatuhkan.
Upaya menjatuhkan tersebut, kata Mega, sering dilakukan media. Salah satunya ketika kata-katanya disampaikan secara tidak lengkap di dalam media.
Mega mencontohkan, pernyataannya sering dipersepsikan berbeda oleh media massa.
"Saya guyon sama Presiden dan Wapres, saya bilang, 'Saya ini juga Presiden loh, Pak. Ketum partai, tanggung jawabnya nasional. Ini bukan sombong loh, lihat undang-undang. Jangan nanti di-bully, (lalu) saya dibilang sombong,'" kata Mega.
0 Komentar untuk "Megawati Merasa Sering Di-"bully" Media"